Mungkin ini memang salah dari awal, entahlah.
Saat mencoba menjalani, baru tau bahwa ternyata tujuan dan arah kereta ini berbeda arah.
Ingin berhenti, tapi kereta ini tengah berjalan.
Bertahan, hanya itu kata yang ada di kepala.
Bertahanlah, sejauh mana mampu bertahan, sampai kereta ini berhenti di stasiun terdekat,
Dan kamu, bisa kembali ke tujuan awal, menunggu kereta dengan tujuan semula.
Rabu, 28 Desember 2011
Selasa, 20 Desember 2011
Just Stone, Like a Stone
Dia indah, kaku, susah dijangkau, kokoh, dan kuat.
Begitulah aku menganalogikannya.
Ya, aku menyebutnya batuan.
Dia indah bagi yang bisa melihatnya dengan cara berbeda, cara yang unik.
Dia kaku, tidak mudah berubah, konsisten. Kokoh dan kuat sudah pasti tidak akan mudah dirobohkan, dan akan selalu mampu bertahan.
Begitulah aku mendeskripsikannya.
Begitulah aku menganalogikannya.
Ya, aku menyebutnya batuan.
Dia indah bagi yang bisa melihatnya dengan cara berbeda, cara yang unik.
Dia kaku, tidak mudah berubah, konsisten. Kokoh dan kuat sudah pasti tidak akan mudah dirobohkan, dan akan selalu mampu bertahan.
Begitulah aku mendeskripsikannya.
Entahlah, bagiku batuan selalu tampak menarik, dilihat dari semua aspek.
Dia selalu indah untuk dilihat,dirasakan. Dia begitu kokoh, membatu.
Seperti disini, tak akan mudah berubah, berganti.
Dia selalu indah untuk dilihat,dirasakan. Dia begitu kokoh, membatu.
Seperti disini, tak akan mudah berubah, berganti.
Langganan:
Postingan (Atom)


